Sunday, March 8, 2015

Aksiktur Kolonial dalam Abad Kesembilan Belas



Aksiktur Kolonial dalam Abad Kesembilan Belas
Gaya arsitektur colonial mencapai puncaknya sekitar abad keSembilan belas di Indonesia. Benua asia merupakan sebuah benua yang sangat besar dengan ekspresi arsitektur yang kaya dan perpaduan yang mempesona antara budaya dan gaya hidup. Tempat berkembangnya unsure-unsur kuno dan modern ditambah dengan unsure-unsur Asia itu sendiri dan non-Asia yang telah bercampur selama berabad-abad. Wilayah yang paling signifikan untuk membangun arsitektur dengan unsure-unsur perpaduan tersebut adalah Indonesia. Sebab Indonesia memiliki lokasi dan keterbukaannya sebagai sebuah Negara kepulauan dan juga telah lama menjadi tempat pertukaran dan persilangan antara berbagai budaya dan peradaban.
Kejayaan gaya arsitektur Kolonial
Colonial style (gaya colonial) adalah istilah yang sering dipakai oleh pengarang Amerika, sementara orang Inggris lebih suka menggunaan istilah Imperial style (gaya imperium). Sementara Indische architecture (arsitektur Indis) yang kadang-kadang digunakan untuk karya-karya arsitektur di Hindia Belanda. Namun banyak yang menilai bahwa istilah ini bukanlah istilah yang tepat sebab konsep kurang efektif dalam mencerminkan pendekatan arsitektur terhadap perencanaan sebuah bangunan. 
 
Arsitektur Kolonial
Arsitektur Kolonial

Arsitektur Kolonial
Arsitektur Kolonial

Arsitektur Kolonial
Arsitektur Kolonial

Arsitektur Kolonial
Arsitektur Kolonial

Arsitektur Kolonial
Arsitektur Kolonial

Arsitektur Kolonial
Arsitektur Kolonial

Gaya arsitektur Kolonial sebagai sebuah istilah yang mengacu ke persepsi sejarah sosial, sering menyiratkan aturan dan kekuasaan colonial-bangunan public adalah sebuah ekspresi dan merupakan symbol intimidasi dan pemaksaan. Ciri-ciri bangunan abad kesembilan belas menggemakan bangunan-bangunan Kerajaan Romawi dengan penggunaan barisan pilar-pilar dengan bagian atas bergaya Doric (Yunani atau Romawi), gaya Taskania, Ionic, Korintia, atau campuran semuanya dengan tympanum juga mempunyai dimensi berlebihan di bagian dalam dan sebagainya. Tak perlu diragukan bahwa ini berbeda dengan perkembangan arsitektur di Belanda dan barangkali dipengaruhi oleh gaya arsitektur colonial Inggris.
Dalam karya arsitektur abad kesembilan belas, citra-citra neoklasisme dan elektisisme terasa dominan. Rumah besar indis yang serba lega merupakan ikon arsitektur pada abad ini. Atap gentingnya yang besar, pilar-pilar, penyangga atap. Untuk bagian depan dan di bagian belakang menyimbolkan identitas zaman itu secara keseluruhan.
Penggunaan kaidah arsitektur klasik pada rumah Indis abad kesembilan belas juga sebuah ekspresi yang diturunkan dari dan akrab dengan tipe arsitektur yang digunakan untuk bangunan-bangunan public. Barisan pilar (colonnade) neoklasik sinonim dengan status yang jelas merupakan pesan lama yang sama. Rumah mewah hingga detik ini masih dibangun dengan sebuah portico atau sebuah colonnade. Bahkan di lingkungan sederhanapun masih terdapat rumah-rumah dalam ukuran-ukuran mini yang telah dibuat dari beton dan dijual di pinggir-pinggir jalan. Pengaruh rumah Indis dalam arsitektur gaya colonial terasa luar biasa dan colonnade di rumah-rumah zaman sekarang merupakan warisan dari gaya arsitektur colonial yang digunakan oleh orang-orang yang mendadak kaya demi status baru yang mereka dambakan dalam masyarakat.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Aksiktur Kolonial dalam Abad Kesembilan Belas

0 comments: