Monday, March 2, 2015

Dasar Kekuasaan Pada Arsitektur Eropa



Dasar Kekuasaan Pada Arsitektur Eropa
Arsitektur asia terutama arsitektur Indonesia  merupakan salah satu sistem arsitektur terbesar di dunia salah satu contohnya adalah arsitektur Eropa. Sejak akhir abad ke-15 Masehi, Indonesia menjadi tujuan bagi para pelaut dan perusahaan dagang maritim dari berbagai Negara Eropa dalam rangka pencarian barang-barang dagangan yang berharga dan terutama rempah-rempah. Pada saat itu dikenal sebagai awal ekspansi cultural Eropa yang terjadi pada abad keenam belas hingga tahun 1945. Sebagai hasil usaha untuk menetapkan kekuasaan Portugis, Spanyol, Inggris, Prancis, dan juga Belanda meluncurkan tradisi membangun yang baru. Pada tahap-tahap ekspansi, arsitektur secara khusus dibuat untuk kepentingan perlindungan barang dagang dan pertahanan militer. Semua ini termasuk pembangunan pemukiman seperti Batavia dan pangkalan-pangkalan militer di penjuru Indonesia. 
Arsitektur Eropa
Arsitektur Eropa
 
Arsitektur Eropa
Arsitektur Eropa

Arsitektur Eropa
Arsitektur Eropa

Arsitektur Eropa
Arsitektur Eropa

Arsitektur Eropa
Arsitektur Eropa

Arsitektur Eropa
Arsitektur Eropa



Pada tahap selanjutnya yang berkisar antara abad ke-17 hingga abad ke-18 pembangunan beralih pada fasilitas yang mendukung perkembangan dan ekspansi jaringan perdagangan, perlindungan terhadap rute perdagangan, perumahan besar, hingga kedudukan politik. Ketika abad ke-19 saat Indonesia benar-benar dikuasai oleh colonial Belanda, arsitektur Eropa murni digunakan sebagai bentuk pertahanan kekuasaan colonial, pembangunan ekonomi colonial, dan juga konolisasi. Pada tahun 1870 arsitektur Eropa diperlebar maknanya menjadi perkembangan pembangunan kota skala besar dan juga perencanaan kota juga daerah. Dalam proses panjang, orang Belanda, Portugis, dan Spanyol meninggalkan jejak yang sangat kuat pada lingkungan binaan di Indonesia.
Ragam yang paling umum pada perkembangan arsitektur Eropa di Indonesia adalah hubungan yang erat antar proses panjang penaklukan militer dan juga pengambilan alih sistem ekonomi, politik, dan juga sentralisasi pubilk. Eksploitasi ekonomi ditandai dengan perkebunan skala besar, perusahaan industry dan komersial berbasis pada modal asing. Pada setiap tahapan dari kekuasaan colonial Belanda telah banyak didirikan bangunan dengan ragam yang berbeda serta kontruksi untuk masyarakat umum dan kepntingan swasta. 

Pada tahap awal arsitektur Eropa baik bentuk maupun filter elemen dibangun menunjukan adanya pengaruh pertukaran budaya dengan berbagai arsitektur yang telah ada di Indonesia terutama arsitektur kuno vernacular dan klasik Hindu Budha. Ketika proses ini colonial Belanda mengadopsi elemen tertentu dari arsitektur Indonesia asli ke dalam arsitektur bangunan mereka. Sementara arsitektur Eropa sendiri terutama teknik konstruksi secar bertahap dimasukan ke dalam arsitektur vernacular Indonesia. Pembangunan Indonesia terpengaruh oleh arsitektur Eropa seperti yang muncul menjadi bangunan colonial tropis yang juga dikenal sebagai arsitektur Hindia Timur.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Dasar Kekuasaan Pada Arsitektur Eropa

0 comments: