Tuesday, February 10, 2015

Megah Arsitektur Interior Kuno Majapahit



Megah Arsitektur Interior Kuno Majapahit
Selain arsitektur dibeberapa bangsa di dunia, di Indonesia juga memiliki beberapa arsitektur megah yaitu arsitektur kerajaan Majapahit. Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan terbesar di wilayah Indonesia bahkan gaungnya pun mencapai hampir seluruh dunia. Majapahit berdiri sekitar tahun 1293 hingga 1500 SM yang merupakan  kerajaaan Hindu-Budha terakhir yang menguasai Nusantara. Menurut kitab Negarakertagama wilayah Majapahit terbentang dari Jawa, Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan hingga Indonesia Timur dan mengalami masa kejayaan saat dipimpin oleh Raja Hayam Wuruk yang berkuasa pada tahun 1350 hingga 1389. Beberapa bukti yang menunjukan tentang kerajaan Majapahit selain kitab Negarakertagama adalah Pararaton atau kitab raja-raja dengan bahasa Kawi. Kakawin Negarakertagama masuk sebagai Daftar Ingatan Dunia (Memory of the World Program) dari UNESCO.

Arsitektur Interior Kuno Majapahit
Arsitektur Interior Kuno Majapahit


Indahnya arsitektur Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit mempunyai pengaruh besar dalam bidang arsitektur di wilayah Indonesia. Banguna pendopo majapahit dalam gambaran kitab Negarakertagama menjadi dasar inspirasi bagi pembangunan keraton di Jawa, pura dan komplek perumahan di tanah Bali. Para arsitek Majapahit menggunakan bata merah dalam pembanguan istana maupun tempat sembahyang. Arsitektur komplek banguan di Jawa dan Bali banyak yang berasal dari kerajaan Majapahit seperti gerbang candi bentar terbelah yang sekarang menjadi cirri khas arsitektur Bali. Contoh bangunan Bali yang merupakan adopsi Majapahit adalah Candi Wringin Lawang yang juga merupakan candi bentar tertua di Indonesia. Contoh lain bangunan yang mengadaptasi arsitektur Majapahit adalah Keraton Kesepuhan Cirebo, Masjid Menara Kudus, dan juga Pura Maospait Bali. Bukti yang paling kongkrit dalam arsitektur kerajaan Majapahit dapat dilihat pada desa Trowulun, Kabupaten Mojokerto yang dulunya merupakan bekas ibu kota dari kerajaan tersebut. Di desa Trowulun dapat dijumpai banguan peninggalan sejarah seperti kerajaan, saluran air, kolam, bahkan reruntuhan rumah-rumah penduduk. Untuk rumah-rumah penduduk bentuk atapnya berupa tajuk atau limasan dan ditutupi bahan seperti sirap ataupun genteng tanah liat.

Arsitektur Interior Kuno Majapahit
Arsitektur Interior Kuno Majapahit



Hingga detik ini arsitektur kuno Kerajaan Majapahit masih sering digunakan untuk membangun rumah bergaya kuno Indonesia. Walau tidak diketahui secara rinci bangaiman konsep arsitektur kerajaan Majapahit yang sebenarnya namun deangan melihat beberapa banguan yang bercorak atua diadaptasi langsung dari arsitektur Majapahit bahwa pembangunan terjadi dalam waktu yang cukup panjang karena struktur yang teratur dan jelas. Konsep inilah yang juga diterapkan pada pembangunan sebuah kota di Indonesia modern ini. Tak bisa dipungkiri juga bahwa konsep arsitektur dan interior Majapahit dipakai oleh kerajaan-kerajaan setelah runtuhnya kerajaan Majapahit. Hingga detik ini banyak rumah yang masih menggunakan arsitektur lama dengan empat hingga delapan tiang-tiang yang menopang atap dengan tiang langsung berdiri di permukaan tanah dan terdapat kolong di bawah lantai rumah seperti rumah panggung. 

Arsitektur Interior Kuno Majapahit
Arsitektur Interior Kuno Majapahit


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Megah Arsitektur Interior Kuno Majapahit

0 comments: