Sunday, March 8, 2015

Arsitektur Indah Hindia Belanda



Arsitektur Indah Hindia Belanda
Karya arsitek zaman Hindia Belanda tidak main-main indahnya dan masih dapat disaksikan hingga sekarang. Benua asia merupakan sebuah benua yang sangat besar dengan ekspresi arsitektur yang kaya dan perpaduan yang mempesona antara budaya dan gaya hidup. Tempat berkembangnya unsure-unsur kuno dan modern ditambah dengan unsure-unsur Asia itu sendiri dan non-Asia yang telah bercampur selama berabad-abad. Wilayah yang paling signifikan untuk membangun arsitektur dengan unsure-unsur perpaduan tersebut adalah Indonesia. Sebab Indonesia memiliki lokasi dan keterbukaannya sebagai sebuah Negara kepulauan dan juga telah lama menjadi tempat pertukaran dan persilangan antara berbagai budaya dan peradaban.
Karya zaman Hindia Belanda
Pada tahun 1918, karya arsitek zaman Hindia Belanda, Henry Maclaine Pont ditugasi perancang komplek bangunan Sekolah Tinggi Teknik di Bandung, berlokasi di bagian utara kota. Rancangan bangunannya terinspirasi oleh prinsip arsitektur pribumi, yang kemudian diterjemahkan oleh Maclaine Pont. Benteng yang lebar di ruang utama tidak bisa diatasi menggunakan teknik tradisional. Maka sang arsitek menggunakan kontruksi busur kayu berlapis yang diikat cincin besi. Karya arsitekturnya sangat mengejutkan member efek visual yang mencolok, dengan punggung atap yang melengkung, yang secara keseluruhan tampak seperti atap ijuk. Citra bangunan ini dengan muka bangunan dari kayu yang menyatu dengan lingkungan alam sekitar yang hijau tidak hanya menjadi mahakarya arsitektur. Penciptaannya juga menyadari karyanya sangat inovatif karena tidak mewakili arsitektur Jawa ataupun Eropa. 
Arsitektur Hindia Belanda
Arsitektur Hindia Belanda

Arsitektur Hindia Belanda
Arsitektur Hindia Belanda

Arsitektur Hindia Belanda
Arsitektur Hindia Belanda


Karya arsitek zaman Hindia Belanda yang juga menjadi landmark adalah Hotel Savoy Homann (1939) yang terletak di jalan utama yang membelah pusat kota Bandung dari timur ke barat (Jalan Asia Afrika). Tampilan Hotel Savoy Homann hampir bisa dipastikan sebgai trendemark Bandung. Gedung itu dirancang untuk memenuhi keinginan dewan kota menghendaki tampak depan bangunan yang lebih modern. Pengaturan tampak depan hotel, yang menjauh dari garis tepi jalan namun kemudian melengkung sehingga ada bagian yang mendekati jalan, memberikan sebuah kesan yang murni dan unik, menyatukan gedung dengan lingkungan jalan di hadapannya.
Tampak depan memiliki tekstur warna-warni. Salah satu fitur yang lain yang mengagumkan adalah runag lobi yang terbuka dan menawarkan pemandangan luas dan bebas ke arah jalan. Hotel Savoy Homann bukan hanya menjadi titik kulminasi karya arsitek modern A. F. Aalbers namun juga menjadi landmark pergerakan arsitektur modern di Indonesia sebelum Perang Dunia Kedua.  

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Arsitektur Indah Hindia Belanda

0 comments: