Sunday, March 8, 2015

Modernisasi Pada Arsitektur Modern Lanjutan



Modernisasi Pada Arsitektur Modern Lanjutan
Bagian ketiga dari perkembangan arsitektur di Indonesia adalah arsitektur modern lanjutan yang merupakan adaptasi klimatik dan akomodasi kultural. Asia merupakan sebuah benua yang sangat besar dengan ekspresi arsitektur yang kaya dan perpaduan yang mempesona antara budaya dan gaya hidup. Tempat berkembangnya unsure-unsur kuno dan modern ditambah dengan unsure-unsur Asia itu sendiri dan non-Asia yang telah bercampur selama berabad-abad. Wilayah yang paling signifikan untuk membangun arsitektur dengan unsure-unsur perpaduan tersebut adalah Indonesia. Sebab Indonesia memiliki lokasi dan keterbukaannya sebagai sebuah Negara kepulauan dan juga telah lama menjadi tempat pertukaran dan persilangan antara berbagai budaya dan peradaban.
Perubahan arsitektur modern lanjutan tersebut terwujud pada berbagai gaya dan bentuk arsitektur Indonesia dengan keragaman dan percampuran yang luar biasa sepanjang sejarah Indonesia. Bersama dengan itu, bentuk-bentuk dari arsitektur dan bentuk-bentuk tata kota secara fisik maupun materi merupakan perwujudan dari sebuah kepercayaan, kondisi sosial ekonomi dan politik, serta seni dan juga budaya.

Zaman modern lanjutan: adaptasi klimatik dan akomodasi cultural
Arsitektur modern lanjutan ini merentang dari abad kesembilan segera setelah voc bangkrut hingga tahun 1940-an yang mengakhiri masa depresi menjelang Perang Dunia II. Sejak awal abad kesembilan belas, arsitektur survivalist abad kedelapan belas beransur-ansur digantikan dengan arsitektur yang menyesuaikan dengan faktor lingkungan. Kondisi hidup tak nyaman merupakan faktor penting dalam perubahan ini. Adaptasi paling signifikan adalah rangka atap dan bagian depan rumah. Atap piramida sangat digemari sebab jauh lebih besar menyerap panas dan sekaligus mencegah transmisinya ke dalam ruangan. Ventilasi yang lebih baik dimungkinkan oleh celah-celah antara tiap genting serta bukaan yang memisahkan atap dengan bagian atas dinding. Dengan atap yang lebih curam memungkinkan untuk turunnya hujan lebih deras ke tanah. Lebihan atap dibuat lebih lebar untuk melindungi penghuni dari terpaan terik matahari serta tetesan-tetesan air hujanyang terbawa oleh angin. Langit-langit yang tinggi model tipolgi Eropa masih sangat dipertahankan karena interior yang lebih besar berate lebih sejuk disbanding interior rumah dengan langit-langit rendah. Pintu dan juga jendela dibuat lebih besar dan baik daun pintu maupun jendela dengan kisi-kisi menyudut guna jaminan ventilasi silang yang efektif.
Arsitektur modern lanjutan ini memeungkinkan kondisi hidup di dalam bangunan jauh lebih dapat dinikmati dan nyaman untuk iklim setempat. Gaya arsitektur modern lanjutan seperti ini lebih banyak terhubung dan lebih selaras dengan tipologi sekitar. Oleh karena itu banyak penduduk setempat mulai meniru dan mengambil gaya baru ni untuk rumah-rumah dan juga bangunan-bangunan mereka, termasuk untuk urusan pemakaian bahan-bahan bangunan baru serta penerapan teknik-teknik bangunan baru. Proses ini mendatangkan perubahan-perubahan lain mendorong modernisasi.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Modernisasi Pada Arsitektur Modern Lanjutan

0 comments: