Tuesday, February 17, 2015

Karpet Dengan Berbagai Jenisnya



Karpet Dengan Berbagai Jenisnya
Karpet merupakan pilihan yang cukup populer karena sangat mudah didapat dengan ukuran, desain hingga warna yang beragam. Bahan dasar pembutan karpet dan juga cara pembutannya mempengaruhi kesan dan keawetannya. Sebaiknya sebelum membeli karpet bacalah dengan teliti dan ikutilah saran dari sang penjual. Pastikan juga bahwa harga yang tercantum sudah termasuk kain alas dan perlengkapan pemasangan.

Metode pembuatan
Permukaan karpet rajutan biasanya dirajut dengan sangat kuat dengan kain alasnya untuk menghasilkan permukaan yang super padat (Axminster dan Wilton menyebutkan metode perajutan, bukan asla karpet). Karpet rajutan dijamin indan dan tahan lama namun harganya mungkin mahal. Kebanyakan karpet pada kisaran harga menengah merupakan karpet non-rajut. Sebagian besar ditumpuk dibuat dengan cara menjahitkan permukaan pada alasnya dengan alas tambahan untuk member kekuatan dan stabilitas. 

Permukaan karpet
Jenis-jenis permukaan karpet



Permukaan karpet
Permukaan karpet

Permukaan karpet
Permukaan karpet


Jenis-jenis permukaan karpet
Kepadatan permukaan karpet tergantung pada berapa banyak tumpuk per sentimeter persegi. Semakin tebal permukaan karpet maka semakin kuat pula karpet itu. Untuk bagian yang sering diinjak permukaan yang melingkar atau berpilin merupakan pilihan yang bagus.
Pertama close atau beludru mewah namun sayangnya akan memperlihatkan bekas injakan. Kedua adalah simpul keras atau hard twist memiliki pilinan ekstra seperti rambut keriting. Inilah yang membuat karpet awet namun bisa pula membuat licin sehingga sangat tidak aman pada tangga. Ketiga long atau kusut biasanya dibuat melingkar atau dengan dipilin, gaya ini menciptakan tekstur yang menarik namun sangat sulit dirawat. Keempat mengumpar memiliki tekstur yang khas seperti kumparan. Apabila dibuat dengan menggunakan serat-serat campuran, jika rontok akan membentuk bola-bola serat maka pilihlah yang 100% wol. Kelima adalah Saxony yang berukuran sedang dan padat paling cocok untuk bidang yang berfrekuensi pemakaiannya sedang hingga ringan. Terakhir adalah pahatan yang merupakan bentuk permukaan campuran antara potongan dengan kumparan yang menciptakan efek tekstur yang kaya untuk pemakaian sedang hingga ringan. 


Serat karpet
Beberapa serat kain lebih tahan terhadap noda dibandingkan yang lain. Karpet tidak dapat dibersihkan sepenuhnya walaupun dengan menggunakan cairan anti-noda sekalipun. Wol merupakan serat tradisional untuk karpet dan memiliki kelenturan alami. Perpaduan antara 80 persen wol dan 20 persen serat sintetis yang mudah dirawat. Serat sintetis akrilik paling menyerupai kayu, namun yang lain biasanya termasuk nilon dalam berbagai bentuk, polyester, poliprepilena, dan rayon baik itu murni hingga kombinasi dengan serat lainnya menyerupai kayu. Katun digunakan untuk permadani yang mudah untuk dicuci dan juga dapat memadatkan serat lain. Terakhir adalah sutra yang masih berupa permadani dan karpet oriental tenunan tangan.  

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Karpet Dengan Berbagai Jenisnya

0 comments: