--> Kamar Tidur yang Sehat | Desain Interior Eksterior

Tuesday, February 17, 2015

Kamar Tidur yang Sehat

| Tuesday, February 17, 2015


Kamar Tidur yang Sehat
Kualitas tidur seseorang mempengaruhi seluruh sistem tubuh manusia baik untuk jangka waktu singkat atau berpuluh-puluh tahun kemudian. Kebugaran dan kesegaran seseorang ketika bangun ditentukan oleh kuatitas tidur yang baik walau tidak dilakukan sepanjang malam atau paling tidak minimal 8 jam perhari. Bukan hanya waktu tidur yang harus mempunyai kualitas baik namun juga sebuah kamar tidur harus mempunyai kualitas baik dan sehat. Sayang untuk membuat sebuah kamar tidur yang baik dan sehat tidak mudah dan juga harus dipengaruhi beberapa faktor.


Kamar Tidur yang Sehat
Kamar Tidur yang Sehat



Kamar Tidur yang Sehat
Kamar Tidur yang Sehat

Kamar Tidur yang Sehat
Kamar Tidur yang Sehat

Kamar Tidur yang Sehat
Kamar Tidur yang Sehat

Kamar Tidur yang Sehat
Kamar Tidur yang Sehat

Kamar Tidur yang Sehat
Kamar Tidur yang Sehat

Udara segar
Faktor pertama yang menentukan sebuah kamar tidur sehat atau tidaknya adalah sirkulasi udara. Manusia membutuhkan waktu untuk tidur selama 8 jam dan paru-paru tetap aktif untuk menghirup udara dalam kamar. Sirkulasi yang mengalir dari ventilasi atau cross ventilation adalah hal mutlak yang memberikan udara segar pada kamar. walaupun kamar mengunakan ac sebaiknya setiap pagi hari jendela tetap dibuka untuk mengganti udara lama dengan udara segar kedalam kamar. 

Cahaya matahari
Faktor kedua untuk menentukan kamar tidur yang sehat adalah cahaya matahari. Cahaya matahari mengandung unsur-unsur yang mampu menyusir sumber penyakit di dalam kamar dan mampu menghilangkan kelembaban dan jamur di dalam kamar. Cahaya matahari yang baik adalah cahaya ketika pagi hari di mana cahaya sehat dan lembut masuk ke dalam kamar dan juga tidak menyilaukan mata. Maka dari itu posisi jendela yang paling baik adalah menghadap arah timur yang merupakan arah terbitnya matahari namun jikalau jendela harus menhadap sisi barat maka harus diberi teritisan/overstek di atas jendela untuk menghindari sinar panas yang menyilaukan dan beri vitrase untuk mengurangi intensitas panas. 

Bahan interior
Faktor ketiga adalah pemilihan interior. Karpet yang dipasang menutupi seluruh permukaan lantai/ wall to wall carpet memberikan kesan lembut untuk lantai kamar tidur. Namun ada yang harus diingat bahwa karpet sangat potensial menyimpan debu, sehingga kurang cocok untuk kamar tidur di daerah tropis. Jika hendak memasang karpet, sebaiknya pakai karpet dengan ukuran kecil yang mudah diangkat dan dibersihkan.

Toksin
Hindarilah memakai seprai juga selimut yang terbuat menggunakan bahan sintetis. Sebaiknya menggunkan bahan katun paling nyaman dan membuat kulit dapat bernafas. Jangan pula memilih kasur busa atau matras poliuretan, bedcover yang mengandung formaldehida yang tidak dapat larut di dalam air sebab mengeluarkan emisi kimia yang mengganggu kesehatan. Begitu pula finishing interior seperti cat dengan bahan dasar minyak. Barang-barang tersebut dapat menimbulkan reaksi elergi seperti sesak nafas, iritasi mata, atau kelelahan. Paling baik adalah menggunakan bahan dasar serat alami, seperti 100% katun untuk seprei, sarung, bantal, atau dari linen dan katun flannel.

Related Posts

No comments: