Saturday, February 28, 2015

Diaspora China dan Kota Kosmopolitan Awal



Diaspora China dan Kota Kosmopolitan Awal
Arsitektur diaspora China merupakaan awal dari terbentuknya kota-kota cosmopolitan di Indonesia. Komunitas China telah bermukim di Indonesia sejak dibukanya perdagangan laun tantara China dan India pada abad kedua Masehi. Kawasan pesisir di Asia Tenggara adalalah tempat terawal di mana kota-kota baru muncul sebagai hasil jaringan perdagangan internasional. Kapal-kapal China berhenti untuk berdagang dan memdapatkan suplai makanan dari penduduk asli. Komunitas Tamil dari India membentuk sejumlah pemukiman di pantai barat semenanjung Malaya untuk mencari emas.
Pelayaran Laksamana Zheng He dari Dinasti Ming ke wilayah Asia Tenggara dan Samudra Hindia meninggalkan jejak nyata sepanjang wilayah pesisir di Asia Tenggara dalam bentuk pangkalan dagang dan koloni China yang terintregrasi baik dengan morfologi permukiman tepi pantai yang telah dibentuk sebelumnya. Pemukiman tersebut lalu tmbuh mejadi entrepot yang maju yang disebbakan oleh jejaring dan aktivitas perdagangan laut internasional. 
 
Diaspora China dan Kota Kosmopolitan Awal
Diaspora China dan Kota Kosmopolitan Awal

Arsitektur diaspora China membagi kota menjadi dua inti yaitu pemukiman asli dan juga pemukiman pendatang. Dua pemukiman tersebut dihubungkan oleh pasar utama yang berada di dekat pelabuhan atau galangan kapal. Pasar merupakan tempat bertemunya beragam pemukim dan menjadi jantung kota. Masyarakat asli berbaur dengan para pendatang, dan disanalah terjadinya tukar-menukar barang dengan karakter cosmopolitannya. Setiap kelompok pemukim mempertahankan dan memelihara identitas dan sistem kepercayaan mereka dan pada saat yang sama penyilangan identitas secara komunal mulai terbentuk.
Sekitar tahun 1433 para pendatang China berlayar ke Asia Tenggara dengan kapal. Setiap kapal membawa serta tempat suci yang didedikasikan khusus kepada Dewa Mazu. Begitu tiba disuatu tempat para pemumpang kapal meminta para penduduk local untuk berkumpul dan membentuk suatu pemukiman dan mempreteli seluruh kapal untuk membangun sebuah pemukiman. Struktur special pemukiman ini adalah rekontruksi pola kosmologi geometri kapal dan menempatkan Kuil Mazu di ujung poros menghadap pelabuhan dan dua tiang di depan kuil. Kuil ini dihuni oleh patung Mazu yang melindungi para imigran China selama pelayaran berbahaya di laut China selatan. Kuil Mazu merupakan elemen pertama dan tertua di banyak kota-kota pelabuhan di pesisir Asia Tenggara.
Pada periode berikutnya arsitektur diaspora China lainya yang populer di kalangan masyarakat China Selatan juga akan muncul pada pemukiman yang telah meluas, diikuti masyarakat Tao dan Budha yang mengubah kelenteng vernacular yang telah ada tau membangun kelenteng dan biara baru lalu kemudian diikuti oleh pada penganut Kong Hu Chu. Penyilangan dan proses yang berlapis-lapis pada kelentang karena bercampurnya beragam elemen dari sistem kepercayaan dan budaya yang berbeda.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Diaspora China dan Kota Kosmopolitan Awal

0 comments: