Saturday, February 28, 2015

Arsitektur Bali Masa Lalu dan Kini



Arsitektur Bali Masa Lalu dan Kini
Arsitektur Indonesia memang sangat beragam salah satunya adalah arsitektur Bali yang masih dipertahankan hingga detik ini. Benua asia merupakan sebuah benua yang sangat besar dengan ekspresi arsitektur yang kaya dan perpaduan yang mempesona antara budaya dan gaya hidup. Tempat berkembangnya unsure-unsur kuno dan modern ditambah dengan unsure-unsur Asia itu sendiri dan non-Asia yang telah bercampur selama berabad-abad. Wilayah yang paling signifikan untuk membangun arsitektur dengan unsure-unsur perpaduan tersebut adalah Indonesia. Sebab Indonesia memiliki lokasi dan keterbukaannya sebagai sebuah Negara kepulauan dan juga telah lama menjadi tempat pertukaran dan persilangan antara berbagai budaya dan peradaban.
Arsitektur Bali
Arsitektur Bali

Arsitektur Bali
Arsitektur Bali

Arsitektur Bali
Arsitektur Bali

Arsitektur Bali
Arsitektur Bali

Arsitektur Bali
Berdasarkan dari analisi selama ini mengenai politik kebudayaan Bali sejumlah kecil penelitian arsitektur telah memulai menjelajah kedinamisan sosio-historis tradisi arsitektur Bali. Sebuah penelitian pernah dilakukan oleh Graeme Macrae dan juga Samuel Parker, mereka menelusuri peran undagi dalam pemeliharaan pengetahuan arsitektur tradisional ketika tidak dilakukannya suatu ritual keagamaan pada tahun 1920. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Nathalie Lancret yang mengamati berbagai penyesuian lingkungan rumah tangga tradisional untuk menjembatani transformasi sosial dalam konteks perkotaan kontemporer Bali. Bagi masyarakat dan juga para arsitektur profesional diskrusus tentang Bali masih didominasi oleh esesialisme yang menyatakan bahwa arsitektur Pulau Bali merupakan perwujudan arsitektur Bali tradisional.
Banyak orang mengatakan bahwa arsitektur Bali tradisional adalah sebuah gambaran arsitektur modern dan juga sebuah kerangka kerja konseptual yang dibentuk dalam gambaran Oriantalisme dan colonial tentang sebuah budaya Hindu Bali yang homogen dan otonom.
Salah satu desa di Bali yang menjadi penelitian oleh beberapa arsitektur profesional adalah desa Panglipuran. Desa Panglipuran dipilih karena memiliki arsitektur beragam segi dapat membuka wawasan dalam dimensi sejarah tradisi local arsitektur Bali. Arsitektur desa ini juga mengungkap latar belakang sosial dan budaya yang rumit yang tidak hanya berakar pada Bali tradisional atau pada Bali Aga. Masyarakat desa ini merupakan bagian kecil dari Bali Aga yang memiliki hubungan politik panjang dengan kerajaan Bali Majapahit di kawasan itu yaitu Bangli. Sebagai satu-satunya yang tersisa dari peradaban masa lalu dan dijadikan desa percontohan progam Pengembangan Wisata Desa Bali pada tahun 1992, Panglipuran telah mengalami serangkaian pemugaran arsitektur untuk mengembalikan keasliannya sebagai desa Bali tradisional.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Arsitektur Bali Masa Lalu dan Kini

0 comments: