Monday, March 2, 2015

Perkembangan dari Hibidrasasi dan Kematangan Arsitektur



Perkembangan dari Hibridrasasi dan Kematangan Arsitektur
Hibridrasasi dan kematangan arsitektur Indonesia adalah akibat dari adaptasi arsitektur modern lanjutan. Asia merupakan sebuah benua yang sangat besar dengan ekspresi arsitektur yang kaya dan perpaduan yang mempesona antara budaya dan gaya hidup. Tempat berkembangnya unsure-unsur kuno dan modern ditambah dengan unsure-unsur Asia itu sendiri dan non-Asia yang telah bercampur selama berabad-abad. Wilayah yang paling signifikan untuk membangun arsitektur dengan unsure-unsur perpaduan tersebut adalah Indonesia. Sebab Indonesia memiliki lokasi dan keterbukaannya sebagai sebuah Negara kepulauan dan juga telah lama menjadi tempat pertukaran dan persilangan antara berbagai budaya dan peradaban.
Hibridrasasi dan kematangan arsitektur Indonesia
Hibridrasasi dan kematangan arsitektur Indonesia

Hibridrasasi dan kematangan arsitektur Indonesia
Hibridrasasi dan kematangan arsitektur Indonesia


 
Hibridrasasi dan kematangan arsitektur Indonesia merupakan akibat dari adaptasi terhadap iklim dan asimilasi budaya. Ketika eksperimen dan juga penciptaan bentuk arsitektur baru dan juga didorong oleh asimilasi budaya dan agenda-agenda sosio-etika. Inovasi aarsitektur modern berawal pada tahun 1814, saat Dinas Pekerjaan Umum bentukan Departemen Keuangan selama masa pemerintahan Inggris yang cukup singkat yaitu tahun 1811-1816. Pada tahun 1855 sebuah Direktorat Pekerjaan Umum atau BOW dibangun untuk melatih arsitek-arsitek sipil.
 Arsitek umum dan arsitek sipil inilah yang kemudian mengembangkan gaya BOW di kota-kota untuk pegawai sipil, kantor-kantor pemerintahan, kantor pos, pasar, mercusuar, vila, dan juga rumah sakit. Bangunan ini bergaya ekletik yang menggabungkan idiom-idiom rancangan modern dengan pengaruh arsitektur klasik seperti China, Jepang, India, Persia, dan juga Eropa lalu ditambah unsure budaya setempat. 

Hibridrasasi dan kematangan arsitektur Indonesia ditandai dengan berdirinya perusahaan arsitektur swasta pertama di Indonesia Technish Bereau Biezeveld & Moojen pada tahun 1904 di Bandung. Batu pijakan ini mengawali sebuah era baru bagi arsitek swasta di Hindia Belanda dan pada tahun 1923 NIAK (perkumpulan arsitek Hindia Belanda) didirikan sebagai wahana bagi arsitek-arsitek muda yang idealistic untuk berprestasi. Inilah yang menentukan kemunculan sebuah gaya arsitektur persilangan baru yang tampil beda juga awal sebuah perdebatan penting tentang jatidiri arsitektur Indonesia.
Tahun 1921 sebuah sekolah tinggi teknik didirikan di Bandung yang merupakan bagian dari Departement Bangunan dan kurikulumnya diambil oleh Techische Hoogeschool Delft di Belanda yang tidak membedakan proses pelatihan profesional dan juga pelatihan akademis. Ini adalah bentuk akhir dari hibidrasasi dan kematangan arsitektur Indonesia.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Perkembangan dari Hibidrasasi dan Kematangan Arsitektur

0 comments: