Sunday, March 8, 2015

Pemukiman-pemukiman China di Tengah Kota Kolonial


Pemukiman-pemukiman China di Tengah Kota Kolonial

Pemukiman China terdapat hampir diseluruh penjuru Indonesia baik sekarang maupun pada zaman colonial Belanda. Kolonialisasi Belanda di Indonesia sejak awal abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-20 telah mengubah jalannya sejarah kota dan morfologi kota-kota pesisir Asia Tenggara, dimulai dari Banten ke Batavia dan akhirnya seluruh Nusantara. Masyarakat Eropa mengawali pembangunan pengkalan dagang berbenteng di kota-kota pelabuhan yang telah ada sebagai awal pertahanan dan akhirnya mengganti benteng menjadai kota berbenteng yang lebih besar.
Pemukiman di luar pangkalan dagang biasanya mempertahankan karakteristik sebuah kota cosmopolitan yang terbagi atas area pemukiman China yang terbangun baik dan terhubung dengan pemukiman asli yang dibatasi oleh pasar. Komunitas China menjadi pemain utama di pasar domestic dan juga regional dan menyatakan diri sebagai perantara bagi para pedagang Eropa dan bertindak sebagai mediator di antara kelompok yang majemuk. Pemukiman multieknik telah membentuk inti kota bersama-sama dengan elemen primer lain, seperti pasar, pelabuhan, kuli, majid, dan istana membentuk kota yang utuh dan juga lengkap.

Pemukiman China
Pemukiman China

Pemukiman China
Pemukiman China

Pemukiman China
Pemukiman China


 
Pada kota-kota colonial periode lanjut wilayah pemukiman Eropa bersaing ketat dengan bagian kota yang berisi pemukiman China dan pribumi. Dengan dibangunnya struktur kota gaya Eropa akhirnya mereka mendominasi ruang kota dan wilayah pemukiman pribumi tergusur keluar, terpisah-pisah, dan juga terpinggirkan. Sementara itu komunitas China maju pesat karena peran kunci komunitas China dalam sistem ekonomi colonial.
Gelombang penyebaran pendatang dari China ke wilayah Asia Tenggara sejak abad ke 19 hingga awal abad ke 20 semakin memperkuat perkembangan arsitektur yang unik dan pola khusus pada kota-kota di Asia Tenggara. Lebih banyak kuil dibangun dengan fungsi dan dewa yang berbeda di sepanjang deretan toko, balai komunitas, dan kompleks bangunan keluarga. Selama masa ini komunitas China semakin makmur dengan memainkan peran strategis dalam ekonomi sebgai perantara colonial Eropa dan masyarakat pribumi. Kemakmuran ini terakspresikan melalui adopsi desain arsitektur khas Eropa dalam arsitektur mereka. Jenis arsitektur yang dikembangkan oleh komunitas China yang tersebar di Asia Tenggara berbeda dengan tipologi asli bangunan di China daratan dan menjadi norma dalam bangunan rumah tinggal mereka. Elemen arsitektur pemukiman China berpadu dengan pola dan ciri khas desain vernacular sehingga menciptakan banyak variasi paduan gaya bangunan. Contoh bagus proses perpaduan ini adalah tipikal rumah pedagang di Palembang Sumatra Selatan.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pemukiman-pemukiman China di Tengah Kota Kolonial

0 comments: