Sunday, March 8, 2015

Mengagumkannya Arsitektur Hindia Belanda



Mengagumkannya Arsitektur Hindia Belanda
Arsitektur Hindia Belanda tidak main-main indahnya dan masih dapat disaksikan hingga sekarang. Benua asia merupakan sebuah benua yang sangat besar dengan ekspresi arsitektur yang kaya dan perpaduan yang mempesona antara budaya dan gaya hidup. Tempat berkembangnya unsure-unsur kuno dan modern ditambah dengan unsure-unsur Asia itu sendiri dan non-Asia yang telah bercampur selama berabad-abad. Wilayah yang paling signifikan untuk membangun arsitektur dengan unsure-unsur perpaduan tersebut adalah Indonesia. Sebab Indonesia memiliki lokasi dan keterbukaannya sebagai sebuah Negara kepulauan dan juga telah lama menjadi tempat pertukaran dan persilangan antara berbagai budaya dan peradaban.
Arsitektur Hindia Belanda yang megah
Arsitektur Hinda Belanda di Surabaya dibangun pada tahun 1916 yang diarsiteki oleh C. Citreon yaitu rancangan balai kota yang baru. Terdorong oleh berbagai alasan ia harus membuat sebuah rancangan ulang (1920) dan akhirnya selesai pada tahun 1926. Ia membuat balai kota yang tidak hanya mengagumkan namun juga merupakan bangunan hibrida. Bagian-bagiannya menggabungkan pendekatan arsitektur modern (Art Deco) dan tradisional. Citroen merupakan seorang arsitek produktif yang menetap dan bekerja di Surabaya juga merancang interior termasuk perabot di dalam gedung balai kota tersebut.
Arsitektur Hindia Belanda
Arsitektur Hindia Belanda

Arsitektur Hindia Belanda
Arsitektur Hindia Belanda

Arsitektur Hindia Belanda
Arsitektur Hindia Belanda


Bangunan Handels Vereening Amsterdam merupakan arsitektur Hindia Belanda yang dirancang oleh Eduard Cuypers yang merupakan seorang arsitek terkemuka Belanda dari Amsterdam yang juga berkantor di Batavia. Cuypers sangat ahli dan profesional namun juga sangat kaku dan komersial. Dibandingkan dengan karya-karya Maclaine Pont atau Gerber, perbedaan sudut pandang mereka sangat jelas. Bangunan di Surabaya yang terletak di antara sisi barat sungai Kali Besar dan sisi utara rel kereta api adalah sebuah bangunan tradisional yang dimodifikasi mengikuti keadaan iklim tropis dilengkapi atap genting partisi horizontal sebagai lubang ventilasi. Untuk bagian depan bangunan, Cuypers menggunkan unsur bergaya Hindu-Jawa sebagai hiasan dan rincian. Bangunan itu pada beberpa bagian memeberikan kesan megah.
Arsitek W. Lemei yang bekerja untuk pemerintahan merancang gedung yang sekarang digunakan sebagai kantor Gubernur Jawa Timur yang terletak di antara sisi selatan rel kereta dan sisi timur Kali Mas, di Surabaya pada tahun 1930. Rancangannya mencerminkan penghormatan kepada karya arsitek modern Willem M. Dudonk seorang arsitek kawakan Belanda pada tahun 1920 hingga 1950. Bandingkan gedung tersebut dengan gedung sekolah dasar karya Dudonk pada tahun 1928 di Hilversum, Belanda, kemiripan dua gedung tersebut sangat jelas.  

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Mengagumkannya Arsitektur Hindia Belanda

0 comments: