--> Arsitektur Modern Awal yang Dipaksakan | Desain Interior Eksterior

Friday, February 20, 2015

Arsitektur Modern Awal yang Dipaksakan

| Friday, February 20, 2015


Arsitektur Modern Awal yang Dipaksakan
Bagian ketiga dari perkembangan arsitektur di Indonesia adalah arsitektur modern awal yang tertransplantasi tipologi Eropa. Asia merupakan sebuah benua yang sangat besar dengan ekspresi arsitektur yang kaya dan perpaduan yang mempesona antara budaya dan gaya hidup. Tempat berkembangnya unsure-unsur kuno dan modern ditambah dengan unsure-unsur Asia itu sendiri dan non-Asia yang telah bercampur selama berabad-abad. Wilayah yang paling signifikan untuk membangun arsitektur dengan unsure-unsur perpaduan tersebut adalah Indonesia. Sebab Indonesia memiliki lokasi dan keterbukaannya sebagai sebuah Negara kepulauan dan juga telah lama menjadi tempat pertukaran dan persilangan antara berbagai budaya dan peradaban.
Perubahan arsitektur tersebut terwujud pada berbagai gaya dan bentuk arsitektur Indonesia dengan keragaman dan percampuran yang luar biasa sepanjang sejarah Indonesia. Bersama dengan itu, bentuk-bentuk dari arsitektur dan bentuk-bentuk tata kota secara fisik maupun materi merupakan perwujudan dari sebuah kepercayaan, kondisi sosial ekonomi dan politik, serta seni dan juga budaya.


Perkembangan arsitektur modern awal: transplantasi tipologi Eropa
Arsitektur modern awal dimulai pada tahun 1600 hingga 1800 M yang ditandai dengan kedatangan bangsa Eropa seperti Portugis, Belanda, Spanyol, dan juga Inggris. Peningkatan hegenomi colonial dan dominasi bangsa Eropa sesungguhnya diimbangi dengan pertumbuhan pesat peran orang China sebagai perantara di sector-sektor perdagangan, jasa, dan juga manufaktur.

Pada awal tujuh belas, arsitektur modern awal yang terbentuk dari tipologi Eropa da juga bahasa perencanaan ala Eropa yang memiliki empat musim ditansplantasi langsung ke kawasan tropis seperti Indonesia. Bangunan-bangunan yang memiliki tipologi ini antara lain adalah pos-pos perdagangan, benteng militer, dan juga kota-kota yang dilindungi oleh benteng. Alasan di balik perencanaan dan perancangan unsure-unsur arsiterktur seperti ini adalah naluri bertahan hidup yang terpaksa menempatkan masalah keamanan lebih tinggi dibandingkan dengan kenyamanan.

VOC memaksakan diri memperkuat pijakan mereka pada kota-kota pelabuhan penting dengan membangun benteng-benteng dekat pantai atau di muara dekat sungai. Perluasan VOC yang berlanjut sampai akhir abad kesembilan belas mendorong transplatansi tipologi bangunan yang tidak sesuai dengan iklim di wilayah Nusantara termasuk di kawasan pedalaman yang mengundang banyak masalah kesehatan dan menyebabkan hidup tidak terasa nyaman. Pada zaman arsitektur modern awal ini tipologi bangunan empat musim ditransplatansi atau diterapkan secara paksa di kawasan tropis yang memiliki temperature tinggi, kelembaban tinggi, curah hujan tinggi, dan terpaan terik matahari jauh lebih lama membuat banyak masyarakat menjadi sengsara.

Ciri bangunan dengan arsitektur modern awal adalah bagian depan rata tampa beranda, jendela-jendela besar, dinding bata tebal, lebihan atap pendek, dan bukaan yang sedikit untuk ventilasi yang tak mampu untuk melindungi dari terpaan hujan tropis dan tanah becek.

Related Posts

No comments: